Categories
Islam

Zakat maal (harta)

Sebentar lagi lebaran,

Bagi pedagang/pengusaha, biasanya ini juga waktunya tutup buku & menghitung berapa nominal zakat maal yang akan dibayarkan. Memang sebenarnya tidak ada aturan bahwa pembayaran zakat maal itu musti di bulan Ramadhan. Tapi biasanya para pedagang/pengusaha membayarkan zakat maal-nya di bulan suci ini. Mungkin supaya dapet double berkah kali.. (saya nih salah satunya yang berpikiran gini Hhee.. )

Pertanyaannya : “Bagaimana cara menghitung zakat perdagangan ini?

Cara ngitungnya mungkin ada beberapa pendapat yang berbeda, hal yang sangat lumrah terjadi di urusan fiqh. Bagi saya, ngga penting Anda mau pakai cara yang mana, yang penting Anda bayarkan zakatnya hhaa.

Bagaimana saya menghitung zakat perdagangan saya? Simple aja

Jumlah semua persediaan + uang cash – hutang jangka pendek, trus dikalikan 2,5% = Zakat yang harus dibayarkan

Misalnya : persediaan barang dagangan senilai 1 milyar, uang cash ada 300 juta & hutang jangka pendek (umurnya kurang dari 1 tahun) ada 100 juta, maka zakat yang harus dibayarkan adalah 1,2 milyar x 2,5% = 30 juta

Nah, sebenarnya lebih mudah lagi menghitungnya kalau Anda sudah punya laporan keuangan dalam bentuk neraca umum (seperti contoh gambar diatas), maka rumusnya begini :

(Total Aktiva lancar – Total Kewajiban lancar) x 2,5% = Zakat yang harus dibayarkan.

Ini tulisan berdasarkan pengalaman pribadi & salah satunya mengambil dari sumber ini .

Sekali lagi, intinya Anda harus bayar zakat, terserah Anda mau pakai cara ngitung yang mana.

Trus bagaimana kalau belum mencapai nishab zakat? Sebaiknya tetep Anda keluarkan 2,5% nya supaya harta Anda bersih & berkah.

Semoga kita termasuk hamba yang taat pada Allah SWT & semoga selalu dapat rahmat, ridlo & berkah-Nya, Aamiin.. 🙂

Oya, penjelasan lengkap syarat wajib zakat harta, bisa disimak disini, insya Allah lengkap, detil & jelas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *