halodoc dkk, Tengkyu

halodoc dkk, Tengkyu

Sebenarnya saya tidak ingin menyebut merk karena supaya tidak berkesan promosi, tapi saya juga musti mengungkapkan terima kasih pada merk ini, halodoc, yang saya yakin Anda sudah kenal lah ya..

Pertengahan Januari 2022 kemarin, saya sekeluarga sakit hampir bersamaan. Gejalanya sama, dimulai dari radang tenggorokan. Saya segera menyadari, sehingga segera minum obat untuk meredakannya, tapi anak-anak kan belum ngerti. Anak kedua & ketiga (Aisha & Rara) yang paling parah. Kami coba obati dengan obat warung yang biasa dipakai sambil lihat perkembangan sampai 3 hari ke depan, tapi ternyata tidak kunjung membaik & justru bocah makin lemas & makin kasihan. Malam hari ke-4, Aisha makin parah, aktivitas semaleman hanya batuk, trus nangis, minta minum sedikit, trus tidur sebentar, kemudian bangun lagi, batuk – nangis – minum dikit – tidur bentar. Begitu terus semaleman, benar-benar kasihan. Perasaan makin tidak tega, sehingga paginya ini anak-anak diputuskan musti dibawa ke dokter.

Esoknya kami bawa ke dokter spesialis anak di sebuah RS swasta di kota Tangerang. Dokter malah melihat si Rara yang lebih lemas, bahkan direkomendasikan untuk opname, tapi karena anak keempat masih menyusu dan usia baru sebulan, kita minta rawat jalan saja. Oya, karena sakit sudah lebih dari 3 hari, dokter pun merekomendasikan test darah untuk memastikan ini sakit apa supaya obatnya tepat. Dokter menjelaskan dikhawatirkan sakit DBD atau lainnya yang lebih buruk lagi. Alhamdulillah hasil laborat darahnya tidak menunjukkan menderita sakit berat, hanya radang tenggorokan yang memerlukan perhatian khusus.
Setelah minum obat resep dokter, Alhamdulillah si Rara udah duluan sembuh karena lebih mudah minum obat. Tapi si Aisha lebih lama sembuhnya karena minum obatnya susah banget, musti pakai banyak ‘drama’. Tapi tak apalah.. namanya juga bocah, yang peting akhirnya semuanya sehat lagi.

Tapi drama belum berakhir, karena kakak pertama, si Hilya juga ketularan, tapi alhamdulillah bisa sehat cukup dengan obat warung & banyak minum madu klanceng merk Saheela. Bahkan adiknya yang paling kecil, si Owais, juga ikut ketularan, dan ibunya juga. Yang ini terakhir setelah kakak-kakaknya sudah pada sembuh. Duh kasihan banget anak usia 1,5 bulan mengalami batuk & demam. Alhamdulillah lagi ini tidak lama, sudah sehat lagi dengan perbanyak ASI. Ibunya yang musti minum obat warung juga yang alhamdulillah juga segera sehat semua.

Eh sudah sepanjang ini, trus apa hubungannya dengan halodoc? hhaaa 😀

Begini, selama ngerawat anak-anak, saya pun ‘dopping’ dengan obat warung untuk mengatasi gejala radang tenggorokan & flu ini, karena menurut saya ya ini sakit biasa, faktor musim & pola makan. Tapi sudah lewat dari seminggu, sudah ganti lebih dari 3 obat warung, kok tidak kunjung sembuh. Padahal badan sudah tidak demam, tidak batuk, tidak meriang, tenggorokan juga tidak sakit, tapi hidung ‘meler’ yang tidak kunjung sembuh.
Nah, aturannya kalau sudah begini kan musti periksa ke dokter. Tapi karena malas kalau dianggap covid-19 varian baru yg bernama omicron, sebab ada 1 gejala yang mirip gejala covid-19 waktu kena setahun sebelumnya, yakni selalu berkeringat, sehari bisa menghabiskan belasan kaos untuk ganti. Maka, saya coba alternatif lain yang lebih simple, saya coba lah cari aplikasi konsultasi dokter online. Dari banyak pilihan, saya coba yang ‘halodoc’.

Saya pilih dokter yang masih muda tapi cukup berpengalaman, namanya dr. Veronika. Sy pilih chat, bayar biaya Rp. 25.000,- trus konsultasi. Saya sedikit jelaskan kronologi sakitnya & gejala yang dirasakan, dokter langsung kasih resep obat digital, langsung ada opsi bayar dan kurang dari 1 jam sejak chat, itu obat sudah sampai rumah.
Nah, dalam hati saya bernazar, kalau cocok & sehat, saya akan tulis review-nya. Alhamdulillah obatnya manjur & dalam 2 hari berikutnya saya sudah sehat lagi & beraktivitas normal lagi. Jadi, terima kasih halodoc, dkk. Kenapa ada dkk alias dan kawan-kawan? ya karena aplikasi sejenis ini bukan hanya halodoc, Anda boleh pakai yang lainnya yang sekiranya cocok bagi Anda. Karena sebagaimana Rumah Sakit kan banyak pilihan dan cocok-cocokan 🙂

Oya, kemarin 9 Februari 2022, saya juga memanfaatkan halodoc lagi, kali ini karena alergi kulit yang berlebihan sampai merembet ke bagian kulit lainnya. Alhamdulillah resep obatnya juga oke & saat ini saya sudah baikan. Kali ini biaya konsultasi malah cuma 10 ribu rupiah & biaya obatnya juga lebih murah, lima puluh ribuan rupiah, jauh labih murah daripada ke RS kan? hhee.
Oya lagi, pekan sebelumnya juga sang kakeknya anak2, sakit pas hari Ahad, dokter RS biasanya pada libur, akhirnya juga coba halodoc pakai akun saya, alhamdulillah juga sudah sehat.

Yang menarik lagi, dokter-dokternya ini bukan hanya di Jabotabek, tapi seluruh Indonesia. Dokter terakhir yang saya konsultasi itu domisili di Temanggung, namanya dr. Andy Kurniawan. Jadi yang namanya hidup di desa dengan penghasilan kota bukan hanya domainnya para pelaku online shop & internet marketer aja nih hhee.. 🙂

Once more, I have to say thank you to halodoc & friends..